Indonesian Journal of Global Discourse https://ijgd.unram.ac.id/index.php/ijgd <p>Indonesian Journal of Global Discourse (IJGD), dikelola oleh Program Studi Hubungan Internasional-Universitas Mataram, adalah jurnal interdisipliner, berorientasi pada pemikiran kontemporer terapan yang mengkaji isu-isu yang saling terkait mengenai kajian-kajian politik, hubungan internasional, sosiologi dan kebijakan sosial. Ruang lingkup Jurnal ini luas, mendorong kajian dan penelitian tentang masalah terkini berkaitan dengan pertanyaan inti keadilan distributif, kesejahteraan, keragaman budaya, otonomi, kedaulatan, keamanan dan sebagainya. IJGD berupaya mendorong diskusi dan debat antar disiplin dan paradigma dalam satu rumpun ilmu sosial politik humaniora. IJGD terbit dua kali setahun yaitu Edisi Januari-Juni dan Juli-Desember. Semua artikel penelitian di jurnal ini akan menjalani peer review yang ketat, berdasarkan skrining editor awal dan peer review double-blind.</p> The Department of International Relations Universitas Mataram en-US Indonesian Journal of Global Discourse 2775-0205 Dampak Penarikan Pasukan Amerika Serikat Tahun 2021 Terhadap Keamanan Manusia di Afganistan https://ijgd.unram.ac.id/index.php/ijgd/article/view/161 <p><span class="s12"><span class="bumpedFont17">Keberadaan pasukan AS di Afganistan sejak 2001 memainkan peran penting dalam mendukung stabilitas keamanan manusia. Selama dua dekade, pasukan AS memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan keamanan dan kesejahteraan masyarakat Afganistan. Namun, pada tahun 2021, penarikan pasukan AS secara resmi menyebabkan perubahan signifikan terhadap kondisi keamanan manusia di negara tersebut. &nbsp;Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penarikan pasukan AS terhadap empat dimensi utama keamanan manusia di Afganistan: keamanan politik, keamanan kesehatan, keamanan komunitas, dan keamanan ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori keamanan manusia (</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont17">human security</span></span><span class="s12"><span class="bumpedFont17">) sebagai kerangka analisis untuk mengkaji perubahan kondisi masyarakat pasca penarikan pasukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasca-penarikan pasukan AS, keamanan politik mengalami ketidakstabilan akibat kembalinya Taliban berkuasa, yang menyebabkan pembatasan hak-hak individu dan kebebasan politik. Keamanan kesehatan juga menurun karena keterbatasan akses layanan medis dan banyaknya masyarakat yang mengalami gangguan penyakit hingga pada tingginya tingkat kematian. Dalam aspek keamanan komunitas, perempuan kembali mengalami diskriminasi yang menghambat akses mereka terhadap pendidikan dan pekerjaan yang membuat perempuan tidak mendapatkan hak-hak dasarnya. Selain itu, perekonomian Afganistan semakin melemah akibat hilangnya bantuan internasional dan meningkatnya ketidakpastian sosial hingga terjadinya kemiskinan diakibatkan oleh sedikitnya </span></span><span class="s12"><span class="bumpedFont17">lapangan pekerjaan dan tingginya tingkat pengangguran. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa penarikan pasukan AS telah memperburuk kondisi keamanan manusia di Afganistan, sehingga keamanan manusia di Afganistan tidak tercipta dan tidak tercapai. Masyarakat Afganistan dibawah kekuasaan Taliban masih mengalami ancaman terhadap keamanan individu.</span></span></p> Joito Banjarnahor Andina Mustika Ayu Djoesept Harmat Tarigan Hak Cipta (c) 2025 Indonesian Journal of Global Discourse 2025-12-03 2025-12-03 7 1